Archive for Januari, 2011
POLITIK PRAKTIS
SANGAT disayangkan bila manifesto kebohongan pemerintah yang disuarakan para tokoh lintas agama terjebak menjadi politik praktis. Belum lama berselang, para tokoh Islam, Katolik, Buddha, dan Hindu berkumpul dan menyatakan 18 kebohongan yang dilakukan pemerintah. Kemudian berdirilah pos-pos pengaduan kebohongan di berbagai lembaga swadaya masyarakat dan organisasi agama untuk menerima laporan masyarakat.
Harus dicermati, jangan sampai gerakan ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok kepentingan yang sejak awal ingin menelikung demokrasi. Adalah hak organisasi mana pun melakukan oposisi di negeri ini. Tapi pikiran bahwa pemerintah yang sah bisa digoyang di tengah jalan tanpa menunggu pemilihan umum merupakan jalan pikiran keliru. Beberapa kalangan menyatakan tahun 2011 sebagai tahun penentuan. Bila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memperbaiki diri, adalah sahih melakukan gerakan jalanan, seperti tebersit dari beberapa pesan pendek sampai tingkat diskusi.
Para tokoh lintas agama seharusnya mafhum logika itu salah. Bila ultimatum mereka melegitimasi pemikiran demikian, kehidupan berdemokrasi justru akan keruh. Dari mereka diperlukan kesabaran dalam memberikan pengertian bahwa bagian utama dari demokrasi adalah ketahanan stamina untuk menunggu pemilihan umum.
Bila para “oposan” menganggap pemerintah kurang becus, para tokoh agama bisa mengimbau mereka agar di sepanjang masa tersisa menuju pemilu ini berkonsentrasi menyiapkan calon-calon pemimpin negara yang berkualitas. Para tokoh agama juga bisa mendidik umatnya agar tidak terlibat dalam politik dagang sapi dan menanamkan pengertian bahwa pergantian presiden harus ditempuh lewat jalan prosedural.
Apalagi yang terlibat dalam gerakan tokoh lintas agama ini meliputi nama-nama besar intelektual dan rohaniwan, seperti Ahmad Syafii Maarif, Franz Magnis-Suseno, SJ, Biksu Pannyavaro Mahathera, dan Mgr M.D. Situmorang, yang dalam ceramah dan tulisan mereka sehari-hari selalu menekankan bahwa demokrasi harus dijaga oleh akal sehat, bukan oleh emosi yang impulsif. Mereka mengecam kudeta di tengah jalan seperti di Thailand atau Filipina. Mereka menganggap pemakzulan bukan jalan terbaik bagi negara kita. Karena itu, mereka harus awas jangan sampai gerakan mereka memberi angin kepada para penelikung demokrasi. sumber dari http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2011/01/24/OPI/mbm.20110124.OPI135721.id.html
Sebaliknya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga janganlah terlampau bertipis kuping. Jangan gampang tersinggung. Ia sepertinya tak banyak belajar bahwa kritik merupakan bagian dari pemerintahan yang sehat. Kritik tak perlu direspons secara reaktif, apalagi defensif. Banyak hal yang, bila tak ditanggapi berlebihan, justru membuat negeri ini kalem belaka.
Lihat pula bagaimana reaksi beliau langsung diikuti para punggawa. Berbagai menteri, alih-alih membantah dengan kerja konkret, malah melakukan perang ludah melawan para tokoh agama di media. Jargon dibalas jargon. Acara mengundang para tokoh agama ke Istana pun boleh disebut gagal. Beberapa pemikir manifesto tak datang dengan alasan surat tak sampai.
Di Istana sendiri dialog tak membahas hal-hal esensial. Susilo Bambang Yudhoyono, seperti biasa, seperti bermain silat di luar substansi persoalan. Demokrasi kita tak akan matang bila para pemimpin masih berkelakuan remaja dan para agamawan ingin selalu tampil di panggung selebritas��dan gampang didomplengi muatan politik.
JALANKAN OPERA MINI DI PC
untuk brosing dengan kecepatan rendah alias slow wae tak adfa salahnya pake opera mini di pc. asik juga kok. ini caranya;
Walau sebelumnya pernah dibahas di sini tetapi sepertinya masih perlu tambahan penjelasan nih smile
Kita ulang lagi dari awal :
1. kunjungi http://microemu.org/
2. download release terakhir
3. ekstrak filenya ke folder tertentu, biar mudah saya anggap di C:/Program Files/microemulator-2.0.4 (berupa zip)
4. Download Opera Mini di http://www.opera.com/mobile/download/versions/
5. Simpan file .jad dan .jsr folder apps microemulator (C:/microemulator-2.0.4/apps)
Memulai dan konfigurasi:
1. double-click “microemulator.jar”. atau ketik “java -jar microemulator.jar” di console (Command Prompt). (Anda harus memiliki JRE agar bisa menjalankan ini)
2. lalu ke “Options > Select device”, klik “Add…”, terus ke “microemulator\devices” pilih “microemu-device-resizable.jar”
3. pilih “Resizable device” lalu “Set as default”
4. klik “Resize” dan masukan ukuran yang anda inginkan (misal sesuai ukuran monitor anda)
5. trus “File > Open JAD” pilih opera mini jad yang tadi kamu download
6. “Opera Mini” muncul di daftar, klik “Start” untuk meluncur ke dunia Maia! p
Langkah tambahan agar bisa save page dan download via Opera Mini:
1. Buat shortcut untuk microemulator.jar dengan cara klik kanan -> create shortcut
2. Klik kanan shortcut tersebut – Properties – timpa field targe dengan : C:\microemulator-2.0.4\microemulator.jar -cp microemulator.jar;lib/microemu-jsr-75.jar microemu-jsr-120.jar microemu-jsr-135.jar –impl org.microemu.cldc.file.FileSystem apps\OPERA.jar
ganti webcache.mydomain.com dengan proxy kamu dan 8080 dengan port proxy yang kamu gunakan.
Percantik Shortcut:
* Rename shortcut jadi Opera Mini.lnk
* klik kanan shortcut – properties – Change Icon – Browse – Cari icon Opera desktop (misal di C:/Program Files/Opera)- pilih – lalu apply smile
OKTO MANIANI
Riedl Tidak Ingin Okto Pulang
Kamis, 27 Januari 2011 | 12:35 WIB
AFP
Oktovianus Maniani (2 dari kanan).
TERKAIT
* Okto Belum Mau Jadi Kapten
JAKARTA, KOMPAS.com – Keinginan Manajemen Sriwijaya FC agar Oktovianus Maniani meninggalkan pemusatan latihan (pelatnas) Pra-Olimpiade 2012 ditentang pelatih tim nasional, Alfred Riedl. Pelatih asal Austria itu menyatakan tidak akan melepas Okto.
Okto dan beberapa pemain lainnya memang tidak diperkenankan membela klub selama mengikuti pelatnas yang mulai digelar sejak Senin (24/1/2011) kemarin. Keputusan tersebut ternyata mendapatkan protes dari Sriwijaya FC.
“Laskar Wong Kito” merasa dirugikan karena tidak bisa menggunakan jasa pemain asal Papua tersebut sekitar 10 bulan ke depan. Pasalnya, selain tampil di Pra-Olimpiade 2012, Okto juga akan pelatnas SEA Games 2011 yang berlangsung dari bulan Maret hingga November mendatang.
“Saya ada sedikit masalah dengan Sriwijaya karena pelatih Ivan Kolev meminta Okto untuk kembali,” kata Riedl kepada wartawan usai memimpin sesi latihan di Lapangan C, Kamis (27/1/2011). Riedl mengaku sangat menyayangkan sikap manajemen Sriwijaya FC. Sebab, menurutnya, Sriwijaya sudah bersedia melepas Okto untuk membela timnas di ajang Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011.
“Mereka tahu Okto tidak bisa kembali. Mereka seharusnya ingat pada tanggal 24 Oktober di Hotel Sultan ada pertemuan antara Okto, Sriwijaya FC, dan perwakilan dari Badan Liga. Mereka sudah bertemu dan ada perjanjian bahwa pemain tidak bisa pulang ke klubnya (selama pemusatan latihan),” tegas Riedl.
“Sriwijaya setuju melepas pemainnya untuk Pra-Olimpiade maupun SEA Games. Saya tidak tahu mengapa mereka terus menekan Okto. Dia diancam potong gajinya dan bahkan mengeluarkannya,” imbuh mantan pelatih Laos itu.
Dikatakan Riedl, pihaknya akan berusaha mempertahankan Okto agar bisa mengikuti pelatnas. “Kami akan mempertahankan Okto. Kami juga akan mengurusnya. Saya akan melaporkan ini kepada Iman Arif (Deputi Teknis Badan Tim Nasional-red),” ujarnya.
Maaf bila belum dapat menata dengan baik karena keterbatasan segala sesuatunya. Saran dan kritik yang bersifat membangun sangat saya harapkan.
Komentar Terakhir