MOTOROLAKU RUSAK

Setelah lama tidak posting karena asik utak atik motorolaku
Motoxp

Akirnya kembali ke44r. Setelah pake 49r. Dari keterbatasan jadi kesayangan.
Ada semuanya. Gak perlu itunes lagi. and now dah rusak

Iklan

7 Mei 2011 at 22:57 Tinggalkan komentar

SUNATAN MASAL

Hari ini Pemerintah kecamatan Airhitam,SAD DISUNAT bekerjasama denga Bakti Husada, PT.SAL, DINKES DAN BKKBN SAROLANGUN Mengadakan BAKTISOSIAL antara lain Progam Safari KB, Pengobatan Gratis dan juga Sunatan massal di desa Bukitsuban, kec. Airhitam kab.Sarolangun. (lebih…)

23 April 2011 at 18:26 Tinggalkan komentar

Nelson Tansu

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya “pulang ke Jepang” untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia . Kenapa?

Nelson Tansu lahir di Medan , 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah (lebih…)

9 April 2011 at 14:52 2 komentar

Kisah Pembuat Antivirus dari Bojongsoang

Ingin belajar sperti mereka kapan? umur udah tua. yang penting salut buat mereka.

Continue Reading 18 Februari 2011 at 14:12 Tinggalkan komentar

Penegakan Hukum Pinggirkan Pancasila

18/02/2011 08:20:04 YOGYA (KR) – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Mahfud MD SH LLM mengatakan, Pancasila ibaratnya nyawa, tidak hanya memberikan panduan ke mana hukum dan penegakannya dibawa, sekaligus nilai axiologis dalam menentukan hukum apa yang akan dibentuk dan bagaimana menjalankannya. Sayang, pembentukan dan penegakan hukum saat ini terkesan meminggirkan Pancasila. Bahkan perdebatan akademis dan proses pendidikan tinggi hukum mungkin juga semakin jarang mendalami cita hukum dalam studi-studi filsafat hukum. ”Tidak mengherankan bila hukum Indonesia telah kehilangan nyawa dapat dengan mudah dimasuki (lebih…)

18 Februari 2011 at 13:59 Tinggalkan komentar

POLITIK PRAKTIS

SANGAT disayangkan bila manifesto kebohongan pemerintah yang disuarakan para tokoh lintas agama terjebak menjadi politik praktis. Belum lama berselang, para tokoh Islam, Katolik, Buddha, dan Hindu berkumpul dan menyatakan 18 kebohongan yang dilakukan pemerintah. Kemudian berdirilah pos-pos pengaduan kebohongan di berbagai lembaga swadaya masyarakat dan organisasi agama untuk menerima laporan masyarakat.

Harus dicermati, jangan sampai gerakan ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok kepentingan yang sejak awal ingin menelikung demokrasi. Adalah hak organisasi mana pun melakukan oposisi di negeri ini. Tapi pikiran bahwa pemerintah yang sah bisa digoyang di tengah jalan tanpa menunggu pemilihan umum merupakan jalan pikiran keliru. Beberapa kalangan menyatakan tahun 2011 sebagai tahun penentuan. Bila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memperbaiki diri, adalah sahih melakukan gerakan jalanan, seperti tebersit dari beberapa pesan pendek sampai tingkat diskusi.

Para tokoh lintas agama seharusnya mafhum logika itu salah. Bila ultimatum mereka melegitimasi pemikiran demikian, kehidupan berdemokrasi justru akan keruh. Dari mereka diperlukan kesabaran dalam memberikan pengertian bahwa bagian utama dari demokrasi adalah ketahanan stamina untuk menunggu pemilihan umum.

Bila para “oposan” menganggap pemerintah kurang becus, para tokoh agama bisa mengimbau mereka agar di sepanjang masa tersisa menuju pemilu ini berkonsentrasi menyiapkan calon-calon pemimpin negara yang berkualitas. Para tokoh agama juga bisa mendidik umatnya agar tidak terlibat dalam politik dagang sapi dan menanamkan pengertian bahwa pergantian presiden harus ditempuh lewat jalan prosedural.

Apalagi yang terlibat dalam gerakan tokoh lintas agama ini meliputi nama-nama besar intelektual dan rohaniwan, seperti Ahmad Syafii Maarif, Franz Magnis-Suseno, SJ, Biksu Pannyavaro Mahathera, dan Mgr M.D. Situmorang, yang dalam ceramah dan tulisan mereka sehari-hari selalu menekankan bahwa demokrasi harus dijaga oleh akal sehat, bukan oleh emosi yang impulsif. Mereka mengecam kudeta di tengah jalan seperti di Thailand atau Filipina. Mereka menganggap pemakzulan bukan jalan terbaik bagi negara kita. Karena itu, mereka harus awas jangan sampai gerakan mereka memberi angin kepada para penelikung demokrasi. sumber dari http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2011/01/24/OPI/mbm.20110124.OPI135721.id.html

Sebaliknya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga janganlah terlampau bertipis kuping. Jangan gampang tersinggung. Ia sepertinya tak banyak belajar bahwa kritik merupakan bagian dari pemerintahan yang sehat. Kritik tak perlu direspons secara reaktif, apalagi defensif. Banyak hal yang, bila tak ditanggapi berlebihan, justru membuat negeri ini kalem belaka.

Lihat pula bagaimana reaksi beliau langsung diikuti para punggawa. Berbagai menteri, alih-alih membantah dengan kerja konkret, malah melakukan perang ludah melawan para tokoh agama di media. Jargon dibalas jargon. Acara mengundang para tokoh agama ke Istana pun boleh disebut gagal. Beberapa pemikir manifesto tak datang dengan alasan surat tak sampai.

Di Istana sendiri dialog tak membahas hal-hal esensial. Susilo Bambang Yudhoyono, seperti biasa, seperti bermain silat di luar substansi persoalan. Demokrasi kita tak akan matang bila para pemimpin masih berkelakuan remaja dan para agamawan ingin selalu tampil di panggung selebritas��dan gampang didomplengi muatan politik.

27 Januari 2011 at 22:59 Tinggalkan komentar

JALANKAN OPERA MINI DI PC

untuk brosing dengan kecepatan rendah alias slow wae tak adfa salahnya pake opera mini di pc. asik juga kok. ini caranya;

Walau sebelumnya pernah dibahas di sini tetapi sepertinya masih perlu tambahan penjelasan nih smile

Kita ulang lagi dari awal :

1. kunjungi http://microemu.org/
2. download release terakhir
3. ekstrak filenya ke folder tertentu, biar mudah saya anggap di C:/Program Files/microemulator-2.0.4 (berupa zip)
4. Download Opera Mini di http://www.opera.com/mobile/download/versions/
5. Simpan file .jad dan .jsr folder apps microemulator (C:/microemulator-2.0.4/apps)

Memulai dan konfigurasi:

1. double-click “microemulator.jar”. atau ketik “java -jar microemulator.jar” di console (Command Prompt). (Anda harus memiliki JRE agar bisa menjalankan ini)
2. lalu ke “Options > Select device”, klik “Add…”, terus ke “microemulator\devices” pilih “microemu-device-resizable.jar”
3. pilih “Resizable device” lalu “Set as default”
4. klik “Resize” dan masukan ukuran yang anda inginkan (misal sesuai ukuran monitor anda)
5. trus “File > Open JAD” pilih opera mini jad yang tadi kamu download
6. “Opera Mini” muncul di daftar, klik “Start” untuk meluncur ke dunia Maia! p

Langkah tambahan agar bisa save page dan download via Opera Mini:

1. Buat shortcut untuk microemulator.jar dengan cara klik kanan -> create shortcut
2. Klik kanan shortcut tersebut – Properties – timpa field targe dengan : C:\microemulator-2.0.4\microemulator.jar -cp microemulator.jar;lib/microemu-jsr-75.jar microemu-jsr-120.jar microemu-jsr-135.jar –impl org.microemu.cldc.file.FileSystem apps\OPERA.jar

ganti webcache.mydomain.com dengan proxy kamu dan 8080 dengan port proxy yang kamu gunakan.

Percantik Shortcut:

* Rename shortcut jadi Opera Mini.lnk
* klik kanan shortcut – properties – Change Icon – Browse – Cari icon Opera desktop (misal di C:/Program Files/Opera)- pilih – lalu apply smile

27 Januari 2011 at 13:26 1 komentar

Pos-pos Lebih Lama


  • 8.252

RSS Tekno Kompas

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Terima Kasih

Telah berkunjung. Maaf bila belum dapat menata dengan baik karena keterbatasan segala sesuatunya. Saran dan kritik yang bersifat membangun sangat saya harapkan.